Pengertian dan Konsep Realitas Sosial Budaya


Pengertian dan Konsep Realitas Sosial Budaya.

Pada kesempatan kali ini trendilmu.com akan membahas tentang Pengertian dan Konsep Realitas Sosial Budaya. Apa itu Realitas Sosial Budaya? Mari kita simak penjelasan berikut ini.

Realitas sosial budaya merupakan kenyataan-kenyataan sosial budaya di sekitar lingkungan masyarakat tertentu. Kenyataan sosial budaya ini terjadi karena adanya pola-pola hubungan yang terjadi dalam masyarakat. Pola-pola hubungan tersebut dapat mencapai kestabilan tetapi dapat juga menimbulkan konflik.

Artikel terkait dengan Pengertian Sosiologi Lengkap

Ada beberapa realitas sosial budaya yang terdapat di masyarakat, antara lain:

       1.      Masyarakat
Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang menempati wilayah tertentu dan membina kehidupan bersama dalam berbagai aspek kehidupan atas dasar norma sosial tertentu dalam waktu yang cukup lama.
Konsep masyarakat tidak berdiri sendiri, tetapi erat hubungannya dengan lingkungan. Hal tersebut berarti bahwa ketika seseorang berinteraksi dengan sesamanya, maka lingkungan menjadi faktor yang mempengaruhi sikap-sikap, perasaan, perlakuan dan kebiasaan-kebiasaan yang ada di lingkungannya.

       2.      Interaksi sosial
Interaksi sosial adalah hubungan dan pengaruh timbal balik antarindividu,  antara individu dan kelompok, serta antar kelompok.


       3.      Status dan peran
Status merupakan posisi seseorang dalam masyarakat dan bersifat statis. Sedangkan peran adalah pola tindakan atau perilaku dari orang yang memiliki status tertentu. Peran merupakan aspek masyarakat yang bersifat dinamis. Status dan peran tidak dapat dipisahkan, keduanya saling beriingan. Misalnya, status seorang sultan mengharusakan ia berperan sebagai tokoh panutan masyarakat.

       4.      Nilai
Nilai adalah segala sesuatu yang dianggap baik dan benar oleh anggota masyarakat dan merupakan sesuatu yang diidam-idamkan. Pergeseran nilai akan mempengaruhi kebiasaan (folkways) dan tata kelakuan (mores).

       5.      Norma
Norma merupakan wujud konkret dari nilai sosial. Norma dibuat untuk melaksanakan nilai-nila yang ada dalam masyarakat yang telah dianggap baik dan benar. Norma biasanya disertai dengan sanksi, agar norma dipatuhi oleh semua warga masyarakat.

Ada empat macam norma yang ada dalam masyarakat, antara lain:
  1. Norma agama, yaitu petunjuk hidup yang berupa perintah dan larangan yang berasal dari Tuhan.
  2. Norma adat atau kebiasaan, yaitu norma yang berkaitan dengan sistem penyelenggaraan hidup yang terjadi secara berulang-ulang karena dibakukan dan diyakini sebagai sesuatu yang baik.
  3. Norma kesusilaan atau kesopanan, yaitu tuntutan perilaku yang harus dipatuhi oleh setiap warga masyarakat. Norma ini memiliki substansi pokok mengenai penghargaan terhadap harkat dan martabat orang lain.
  4. Norma hukum, yaitu norma masyarakat yang dibuat oleh lembaga-lembaga berwenang seperti MPR, DPR, dan pemerintah. Norma hukum lebih bersifat memaksa daripada norma-norma yang lainnya.


       6.      Lembaga sosial (pranata sosial)
Lembaga merupakan suatu sistem norma untuk mencapai suatu tujuan yang oleh masyarakat dianggap penting. Ada lima lembaga dasar yang terdapat dalam masyarakat, yaitu lembaga keluarga, lembaga keagamaan, lembaga pemerintahan, lembaga perekonomian, dan lembaga pendidikan.

       7.      Sosialisasi
Sosialisasi merupakan proses individu belajar berinteraksi di tengah-tengah masyarakat. Melalui proses sosialisasi, seorang individu akan akan memperoleh pengetahuan-pengetahuan, nilai-nilai, dan norma-norma yang akan membekalinya dalam proses pergaulan.

       8.      Perilaku menyimpang
Perilaku menyimpang merupakan bentuk perilaku masyarakat yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku. Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan perilaku menyimapang, yaitu :
a.    Tidak berfungsinya aparat penegak hukum.
b.    Memburuknya situasi sosial budaya masyarakat.
c.     Tidak berhasilnya proses pewarisan budaya.
d.    Proses sosialisasi yang tidak sempurna atau tidak lengkap, serta karena proses sosialisasi             terhadap sub-subkebudayaan yang menyimpang.

       9.      Pengendalian sosial
Setiap masyarkat menginginkan adanya suatu ketertiban agar tata hubungan antarwarga masyarakat dapat berjalan secara tertib dan lancar. Oleh karena itu masyarakat menciptakan norma sebagai pedoman perilaku yang pelaksanaannya memerlukan suatu bentuk pegawasan dan pengendalian. Usaha yang dilakukan agar masyarakat berperilaku sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku disebut pengendalian sosial.

       10.  Proses sosial
Proses sosial merupakan proses interaksi dan komunikasi antarkomponen masyarakat dari waktu ke waktu hingga mewujudkan suatu perubahan. Dalam suatu proses sosial terdapat komponen-komponen yang saling terkait satu sama lain, yaitu:

  • Struktur sosial, yaitu susunan masyarakat secara komprehensif yang menyangkut individu-individu, tata nilai, organisasi sosial, dan struktur budayanya. Struktur sosial merupakan suatu bangunan masyarakat yang abstrak dan menentukan bagaimana corak gerakan masyarakat itu menuju suatu perubahan.
  • Interaksi sosial, yaitu keseluruhan jalinan antarwarga masyarakat,baik secara individu maupun secara kelompok dalam menyelenggarakan kehidupannya.
  • Struktur alam lingkungan yang meliputi letak, bentang alam, iklim, flora dan fauna.

Pengertian dan Konsep Realitas Sosial Budaya
Ilustrasi

      11.  Perubahan sosial budaya
Perubahan sosial budaya adalah perubahan struktur sosial dan budaya akibat adanya ketidaksesuaian di antara unsur-unsurnya sehingga memunculkan suatu corak sosial budaya baru yang dianggap ideal.

       12.  Kebudayaan
Kebudayaan adalah semua hasil cipta, rasa, dan karsa manusia dalam hidup bermasyarakat. Dalam arti luas, kebudayaan merupakan segala sesuatu yang ada di muka bumi ini yang keberadaannya diciptakan oleh manusia. Kebudayaan, dapat berbentuk :
Artefak, yaitu benda-benda yang merupakan hasil karya manusia.
Sistem aktivitas, seperti berbagai jenis tarian, ritual, serta kegiatan sosial lainnya.
Sistem ide atau gagasan, yaitu suatu pola pikir yang ada dalam pikiran manusia. Ide merupakan bentuk budaya abstrak yang mengawali suatu perilaku ataupun hasil perilaku bagi setiap bangsa.

Demikianlah penjelasan tentang Pengertian danKonsep Realitas Sosial Budaya semoga bermanfaat.


Baca update terbaru Hubungan Konsep Realitas Sosial
auto insurance, auto insurance quotes, auto insurance companies, auto insurance florida, auto insurance quotes online, auto insurance america, auto insurance comparison, auto insurance reviews, auto insurance calculator, auto insurance score, auto insurance quotes, auto insurance companies, auto insurance florida, auto insurance quotes online, auto insurance america, auto insurance comparison, auto insurance reviews, auto insurance calculator, auto insurance score, auto insurance ratings
Pengertian dan Konsep Realitas Sosial Budaya Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Trend Ilmu

Like Fanspage Trendilmu.com :)

Terima Kasih Telah Berkunjung ke Trendilmu.com

Cari Materi Disni

Tekan Like, Lalu Klik (x) Untuk Menutup
×