Sel Darah Merah, Sel Darah Putih dan Keping Darah


Sel Darah Merah, Sel Darah Putih dan Keping Darah - Halo pembaca yang setia, tahukah anda bahwa dalam tubuh kita terdapat darah? Ya pasti tau lah kan, kali ini admin ini bercerita tentang darah. Ya darah yang merupakan cairan yang berwarna dan terkadang sebagian orang takut akan darah. Jika kalian pernah melihat kecelakaan yang terjadi di jalan, pasti pernah melihat ya bagaimana bentuk darah itu. Termasuk juga jika seandainya tangan kita terluka atau teiris, pasti akan mengeluarkan darah juga. Meskipun darah sebagai cairan, akan tetapi sebenarnya darah itu komponen-komponennya. Nah, bagian dari komponen-komponen darah inilah yang akan kita bahas. Apa sajakah itu? Langsung saja kita bahas dimulai dari pengertian darah.

Pengertian Darah

Darah merupakan unit fungsional seluler yang pada manusia yang berperan untuk membantu proses fisiologis. Darah terdiri dari dua komponen, yaitu ada plasma darah dan juga sel-sel darah. Sedikit mengenai plasma darah, jadi plasma darah adalah bagian darah yang cair. Komponen terbesar yang terdapat dalam plasma darah adalah air. Banyaknya volume darah yang beredar di dalam tubuh manusia adalah 8% dari berat badan atau sekitaran 5600 cc pada orang yang berbobot 70 kg. dari 5600 cc tersebut ada sekitar 55% terdiri dari plasma darah dan sisanya adalah sel-sel darah. Apa-apa sajakah sel-sel darah itu? Akan kita bahas nantinya. Terlebih dahulu mari kita kita ketahui dulu apa fungsi darah. Beberapa fungsi darah diantaranya ialah:
  1. Mengangkut zat-zat makanan dan oksigen ke seluruh tubuh dan mengangkut sisa-sisa metabolisme tubuh ke organ yang berfungsi untuk pembuangan.
  2. Mempertahankan tubuh dari serangan bibit penyakit.
  3. Mengedarkan hormon-hormon untuk membantu proses fisiologis
  4. Menjaga stabilitas suhu tubuh, dan
  5. Menjaga keseimbangan asam basa jaringan tubuh untuk menghindari kerusakan.

Sel-Sel Darah

Sel-sel darah di kelompokkan menjadi tiga kelompok, yaitu eritrosit, leukosit dan trombosit. Akan kita bahas satu persatu agar sahabat semua bisa paham!

Eritrosit (sel darah merah)

Eristrosit atau sel darah merah dalam keadaan normal berbentuk cakram bikonkaf berdiameter kira-kira 8 µm, dan tidak mempunyai nucleus. Bentuk eritrosit ini sebenarnya berubah-ubah, seperti ketika sel-sel tersebut beredar melewati kapiler-kapiler. Jadi, sesungguhnya eritrosit itu dapat di anggap sebagai kantung yang dapat berubah menjadi berbagai jenis bentuk. Konsentrasi rata-rata pada pria dewasa normal per mikro liter darah adalah 5,4 juta dan pada wanita normal jumlahnya 4,8 juta butir. Jumlah eritrosit ini bervariasi pada kedua jenis kelamin dan perbedaan umur.
Sel Darah Merah, Sel Darah Putih dan Keping Darah
Sel darah merah

Jadi, dari setiap butir eritrosit itu terdapat hemoglobin yang merupakan protein pigmen yang memberi warna merah pada darah. Setiap hemoglobin terdiri dari protein yang disebut globin dan pigmen non-protein yang disebut dengan heme. Setiap heme berikatan dengan rantai polipeptida yang mengandung besi. Fungsi utama hemoglobin ini adalah mengangkut oksigen dari paru-paru membentuk oksihemoglobin. Oksihemoglobin beredar ke seluruh tubuh. Jika kadar oksigen dalam jaringan tubuh lebih rendah daripada dalam paru-paru maka oksihemoglobin dibebaskan dan oksigen di gunakan dalam proses metabolisme sel. Hemoglobin juga penting dalam pengangkutan karbon dioksida dari jaringan ke paru-paru. Dan hemoglobin juga berperan dalam menjaga keseimbangan asam dan basa atau penyangga asam basa.

Pembentukan eritrosit disebut juga eritropoiesis yang terjadi di sumsum tulang. Pembentukannya di atur oleh suatu hormone glikoprotein yang disebut dengan eritropoitein. Sel pertama yang diketahui sebagai rangkaian pembentukan eritrosit disebut proeritoblas. Jangka hidup eritrosit berkirsar 120 hari. Eritrosit yang telah tua akan ditelan oleh sel-sel fagosit yang terdapat di dalam hati dan limpa. Di dalam hati, nantinya hemoglobin akan di ubah menjadi pigmen empedu (bilirubin) yang berwarna kehijauan. Pigmen empedu di ekskresikan oleh hati ke dalam empedu. Zat besi dari hemoglobin tidak di ekskresikan tetapi di gunakan kembali untuk membuat eritrosit baru.

Leukosit ( sel darah putih )

Sel Darah Merah, Sel Darah Putih dan Keping Darah
Sel darah putih

Leukosit yang terdapat didalam darah manusia berjumlah sekitar 4.000 – 11.000 butir untuk setiap microliter darah manusia. Leukosit berumur sekitar 12 hari. Leukosit keluar dari pembuluh kapiler apabila ditemukan antigen. Proses keluarnya leukosit disebut dengan diapedesis. Leukosit berperan melawan penyakit yang masuk ke dalam tubuh disebut dengan antibodi. Leukosit mempunyai nukleus, tidak berwarna (bening) dan menunjukkan gerakan amuboid. Leukosit terbagi kepada dua kelompok yaitu kelompok granulosit jika plasmanya bergranuler dan agranulosit jika plasmanya tidak bergranuler. Leukosit granulosit dibagi lagi menjadi tiga jenis yaitu, netrofil, basophil dan eosinophil. Sementara itu untuk leukosit yang agranulosit terbagi kepada dua yaitu, monosit dan limfosit.  Limfosit terbagi lagi menjadi dua dimana ada limfosit B yang dibentuk dari sumsum tulang dan akan tetap berada di sumsum tulang. Sedangkan limfosit yang berasal dari sumsum tulang berkembang menjadi pindah ke timus berkembang menjadi sel T. Dari kelima jenis leukosit tadi, neutrofil merupakan yang paling banyak sel-selnya yang menyusun leukosit.

Sel Darah Merah, Sel Darah Putih dan Keping Darah
3 sel darah

Trombosit ( keping darah)

Trombosit atau keping darah juga disebut sebagai sel darah pembeku. Trombosit berbentuk bulat kecil dengan ukuran diameter 2-4 µm dan tidak mempunyai inti. Trombosit di bentuk dalam sumsum tulang dari megakariosit. Megakariosit merupakan trombosit yang sangat besar dalam sumsum tulang. Trombosit berbentuk seperti tunas pada permukaan megakariosit yang kemudian melepaskan diri untuk masuk ke dalam darah. Konsentrasi normal trombosit adalah antara 150.000-350.000 butir per millimeter kubik. Trombosit merupakan struktur yang sangat aktif, waktu paruhnya dalam darah adalah 8-12 hari, setelah itu proses kehidupannya berakhir.

Trombosit ini berperan dalam proses pembekuan darah. Contohnya saja ketika kita mengalami luka maka trombosit pada permukaan yang luka akan pecah dan mengeluarkan enzim trombokinase. Enzim trombokinase ini akan mengubah protrombin menjadi thrombin dengan bantuan ion ca2+. Protrombin ini merupakan protein tidak stabil yang dengan mudah dapat pecah menjadi senyawa-senyawa yang lebih kecil, salah satunya adalah thrombin. Protrombin dibentuk oleh hati dan digunakan secara terus-menerus oleh tubuh untuk pembekuan darah. Pembentukan protrombin di pengaruhi oleh vitamin K. Thrombin adalah sebuah enzim yang mengkatalis perubahan fibrinogen (protein plasma yang dapat larut dalam plasma darah) menjadi fibrin (protein yang tidak dapat larut dalam plasma darah. Pembentukan benang-benang fibrin ini akan menyebabkan luka tertutup sehingga akan lebih cepat sembuh.


Maka dari itulah, pentingnya untuk menjaga keseimbangan tubuh agar tetap berjalan sebagaimana mestinya. Menjaga kadar sel-sel darah di dalam tubuh tetap normal. Sehingga kita bisa terus hidup sehat dengan keadaan struktur tubuh di dalamnya juga sehat. Dan yang pastinya terhindar dari penyakit. Sekian dari trendilmu.com. selamat beraktifitas!

Baca juga
Sel Darah Merah, Sel Darah Putih dan Keping Darah Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown

Like Fanspage Trendilmu.com :)

Terima Kasih Telah Berkunjung ke Trendilmu.com

Cari Materi Disni

Tekan Like, Lalu Klik (x) Untuk Menutup
×